Kekurangan vitamin d & gula darah tinggi

Menurut MayoClinic.com, kadar gula darah puasa normal antara 70 dan 99 mg / dL; kadar gula darah puasa antara 100 dan 125 mg / dL diklasifikasikan sebagai pra-diabetes; dan kadar gula darah puasa lebih dari 126 pada dua tes berturut-turut adalah Konsisten dengan diagnosis diabetes. Kadar gula darah tinggi terjadi saat transportasi normal gula ke dalam sel tubuh, yang diatur oleh hormon insulin, terganggu. Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang terutama dikaitkan dengan pemeliharaan metabolisme kalsium normal.

Diabetes

Ada tiga bentuk diabetes melitus, yang semuanya mempengaruhi bagaimana tubuh Anda memproses glukosa. Diabetes tipe I, yang dulunya disebut diabetes “remaja” atau “insulin-dependent”, adalah penyakit yang diakibatkan oleh ketidakmampuan sel pankreas untuk menghasilkan insulin yang cukup. Diabetes tipe II, yang biasa disebut diabetes “dewasa-onset” atau “non-insulin-dependent”, adalah penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan produksi insulin atau respons insulin yang berkurang. Akhirnya, diabetes gestasional adalah komplikasi kehamilan dan umumnya sembuh saat bayi lahir.

Vitamin D

Vitamin D diproduksi di kulit hewan, termasuk manusia, saat terkena cahaya. Vitamin D sangat penting dalam penyerapan kalsium di dalam usus, menurut Kantor Suplemen Diet, yang juga melaporkan bahwa vitamin D sekarang dianggap berperan dalam pencegahan diabetes tipe I dan tipe II dan intoleransi glukosa, antara lain kondisi.

Vitamin D dan Diabetes: Bukti Ilmiah

Sebuah studi oleh Hypp√∂nen, dkk, yang diterbitkan dalam terbitan November Lancet, menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D pada bayi mengurangi kejadian diabetes tipe I. Pittas, dkk., Melaporkan hasil dari Studi Perawat longitudinal yang menunjukkan 33 persen penurunan risiko diabetes tipe 2 untuk wanita dengan asupan kombinasi kalsium di atas 1200 mg dan lebih dari 800 IU vitamin D dibandingkan dengan wanita dengan asupan kombinasi kurang dari Dari 600 mg kalsium dan kurang dari 400 IU vitamin D dalam edisi Maret 2006 dari “Perawatan Diabetes.

Kekurangan Vitamin D dan Intoleransi Glukosa

Chiu, dkk., Mempelajari efek hipovitaminosis D, atau defisiensi vitamin D, pada toleransi glukosa dan melaporkan temuan mereka pada terbitan Mei “American Journal of Clinical Nutrition. Mereka menemukan bahwa subjek dengan kekurangan vitamin D berisiko tinggi mengalami intoleransi glukosa dan sindrom metabolik.

Penggunaan Vitamin D lainnya

Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium dan untuk menjaga kadar kalsium darah yang sesuai. Hal ini juga penting untuk pertumbuhan tulang dan remodeling tulang, yang merupakan pembentukan steady-state dan resorpsi bahan tulang. Kekurangan vitamin D pada bayi dikaitkan dengan rakhitis, dan kekurangan vitamin D pada orang dewasa dapat dikaitkan dengan osteoporosis.