Efek musik pada bayi prenatal

Seekor bayi di rahim mendengar banyak suara dari dunia luar, tapi satu jenis suara yang mendapat banyak perhatian dari ibu-to-be adalah musik. Sementara dewan juri masih belum mengetahui dampak paparan prenatal terhadap Mozart dan Bach, penelitian pendahuluan tampaknya menunjukkan bahwa anak Anda yang belum lahir dapat menikmati dan sedikit mendapat manfaat dari dosis musik harian.

Suara di dalam Rahim

Seorang bayi bisa mulai mendengar suara sekitar usia kehamilan sekitar 17 minggu, biasanya sekitar titik ketika ibu mulai merasakan gerakan kecil pertama dan sebelum seks bayi dikenali dengan jelas. Pada 26 minggu, detak jantung bayi akan meningkat dalam menanggapi suara, termasuk musik, yang berasal dari luar rahim. Pada usia kehamilan 33 minggu, bayi telah diamati bernafas pada waktunya dengan musik, menunjukkan kesadaran akan ketukan. Dengan 38 minggu, bayi di rahim bereaksi berbeda terhadap berbagai jenis musik, menunjukkan tingkat pergerakan janin yang berbeda.

Musik dan Pembangunan

Menurut Baby Center, efek sebenarnya dari musik pada perkembangan prenatal tetap tidak diketahui. Sebuah studi pendahuluan yang dikontrol secara longgar dalam “Music Educators Journal” pada tahun 1985 menemukan bahwa bayi yang terpapar musik sebelum kelahiran memiliki rentang perhatian yang lebih panjang dari yang diperkirakan pada usia mereka dan meniru suara dewasa lebih baik. Studi kecil lainnya pada tahun 1997 dalam “Jurnal Psikologi Pra-& Peri-Natal” melihat bayi yang terdaftar dalam program yang disebut FirstStart, yang mengekspos bayi yang belum lahir untuk stimulasi musik. Bayi-bayi ini menunjukkan kemampuan motorik yang lebih baik, perkembangan bahasa dan kemampuan kognitif sejak lahir sampai enam bulan dibandingkan kelompok kontrol bayi. Namun, karena penelitian ini kecil dan belum terulang, pertanyaan apakah dan seberapa besar musik mempengaruhi bayi yang belum lahir masih dalam penyelidikan.

Pengakuan Setelah Kelahiran

Sebuah penelitian di tahun 1991 yang melibatkan enam wanita hamil dan penelitian lanjutan yang lebih besar pada tahun 1993, keduanya melihat apakah bayi dapat mengenali musik yang pernah mereka dengar di rahim setelah lahir. Musik piano klasik, musik vokal dan musik rock semuanya dimainkan melalui headphone di perut ibu. Bayi yang mendengar musik di rahim menanggapi dengan lebih waspada dan melakukan gerakan fisik pada enam minggu setelah kelahiran, menunjukkan bahwa mereka mengenali musik yang mereka dengar di rahim. Menurut BBC, pengakuan akan pengalaman musik pralahir ini sebenarnya bisa berlangsung 12 bulan atau lebih setelah kelahiran. Bermain musik akrab setelah lahir mungkin membantu menenangkan anak gelisah yang mengenali lagu tersebut.

Kekhawatiran

Ibu yang ingin memaparkan bayi mereka yang belum lahir ke musik jangan sampai mengecilkan volume suara terlalu keras. Mengekspos bayi Anda dengan musik keras bisa terlalu banyak merangsang janin atau bahkan merusak telinga yang sedang berkembang. Cairan ketuban yang mengelilingi bayi bisa memperkuat suara bernada rendah, jadi ini bisa terdengar lebih keras di rahim daripada di luar. Tingkat ideal adalah sekitar 70 desibel, menurut Baby Center, yang biasanya merupakan tingkat mendengarkan yang nyaman untuk ibu juga.